foto makanan

5 Angle Foto Makanan yang Cocok untuk Berbagai Jenis Hidangan

Satu hidangan bisa terlihat biasa saja kalau difoto dari sudut yang kurang pas. Sebaliknya, makanan sederhana bisa tampak menggugah selera ketika angle, cahaya, dan komposisinya tepat. Dalam fotografi makanan, sudut pengambilan gambar punya peran besar untuk menunjukkan bentuk, tekstur, dan detail hidangan.

Morians tidak harus punya kamera profesional untuk mencoba foto makanan yang menarik. Kamera smartphone sudah cukup untuk bereksperimen dengan beberapa sudut pengambilan gambar. Mulai dari flat lay untuk makanan dengan banyak topping, angle 45° untuk menu sehari-hari, sampai close-up yang menonjolkan tekstur.

5 Angle Foto Makanan yang Bisa Kamu Coba

Setiap hidangan punya bentuk dan karakter yang berbeda. Karena itu, satu angle belum tentu cocok untuk semua jenis makanan. Coba sesuaikan sudut kamera dengan bagian makanan yang ingin ditonjolkan.

1. Flat Lay 90° untuk Hidangan yang Penuh Topping

Flat lay berarti mengambil gambar dari posisi tepat di atas makanan. Kamera diarahkan sekitar 90° dari permukaan meja sehingga hidangan terlihat dari atas.

Angle ini cocok untuk makanan yang memiliki banyak elemen dalam satu piring. Pizza dengan berbagai topping, rice bowl, salad, pancake, sushi, sampai sarapan lengkap bisa menjadi objek yang menarik.

Kelebihan flat lay adalah semua bagian makanan dapat terlihat dalam satu frame. Topping, lauk, saus, garnish, dan peralatan makan bisa ditempatkan sebagai bagian dari komposisi.

Supaya hasil foto makanan tidak terlalu ramai, gunakan beberapa properti saja. Piring, sendok, gelas, serbet, atau bahan makanan yang berkaitan dengan hidangan sudah cukup.

2. Angle 45° untuk Menu Sehari-hari

Angle 45° merupakan salah satu sudut yang mudah digunakan untuk berbagai jenis hidangan. Posisi kamera sedikit lebih tinggi dari meja sehingga bagian atas dan sisi makanan masih terlihat.

Morians bisa mencoba sudut ini untuk nasi goreng, pasta, mi, steak, ayam, sup, maupun menu rumahan.

Sudut 45° juga memberikan kesan seperti seseorang sedang duduk di depan makanan. Hasilnya terasa dekat dan cocok untuk foto kuliner yang ingin terlihat natural.

Coba posisikan makanan sebagai objek utama. Kalau ada minuman atau makanan pendamping, letakkan sedikit di belakang agar tidak mengambil perhatian dari hidangan utama.

3. Eye Level untuk Hidangan Berlapis

Kalau makanan memiliki susunan bertingkat, eye level bisa menjadi pilihan menarik. Kamera ditempatkan sejajar dengan tinggi makanan sehingga bentuk dan lapisannya terlihat jelas.

Burger, sandwich, cake, pancake bertingkat, lasagna, hingga dessert berlapis cocok menggunakan angle ini.

Tujuan utamanya bukan menunjukkan seluruh isi piring, melainkan memperlihatkan bentuk makanan dari sisi samping. Lapisan roti, keju, saus, daging, maupun topping dapat terlihat dengan jelas.

Dalam food photography, latar belakang juga perlu diperhatikan. Gunakan area yang tidak terlalu ramai supaya bentuk makanan tetap menjadi pusat perhatian.

4. Close-Up untuk Menonjolkan Tekstur

Ada makanan yang daya tarik utamanya justru terletak pada tekstur. Untuk jenis hidangan seperti ini, close-up bisa menjadi pilihan.

Dekatkan kamera pada objek dan fokuskan gambar pada bagian yang paling menggugah selera. Kulit ayam yang renyah, lelehan keju, lapisan pastry, saus yang mengilap, atau tekstur daging bisa menjadi fokus.

Tidak perlu menampilkan seluruh piring. Potongan gambar yang lebih dekat justru dapat membuat makanan terlihat semakin detail.

Teknik ini juga bisa menjadi variasi dalam fotografi makanan. Jika sebelumnya sudah memiliki foto hidangan secara keseluruhan, tambahkan satu atau dua gambar close-up untuk menunjukkan detail yang tidak terlihat dari jarak jauh.

5. Low Angle untuk Minuman dan Dessert

Low angle diambil dari posisi kamera yang lebih rendah daripada objek. Sudut ini cocok untuk minuman, cake, es krim, maupun dessert yang memiliki bentuk tinggi.

Coba letakkan kamera sedikit di bawah tinggi objek. Dengan begitu, minuman atau dessert akan terlihat lebih menonjol dan memiliki dimensi.

Gelas kopi dengan foam, milkshake dengan whipped cream, maupun cake bertingkat bisa mendapatkan karakter berbeda ketika difoto dari bawah.

Perhatikan latar belakang sebelum mengambil gambar. Area yang terlalu ramai bisa membuat foto makanan kehilangan fokus. Gunakan latar yang sederhana agar bentuk hidangan tetap menjadi perhatian utama.

Baca Juga: Tips Fotografi Makanan untuk Food Blogger Pemula

Cara Memilih Angle Sesuai Karakter Makanan

Masih bingung menentukan sudut kamera? Jangan mulai dari angle. Mulailah dari makanan yang akan difoto. Perhatikan bagian apa yang paling menarik dari hidangan tersebut.

Kalau topping menjadi daya tarik utama, flat lay bisa dicoba. Kalau bentuk makanan terlihat menarik dari samping, gunakan eye level. Hidangan dengan tekstur yang menggoda cocok difoto secara close-up.

Berikut gambaran sederhananya:

Karakter makanan

Angle yang bisa dicoba

Banyak topping

Flat lay 90°

Menu sehari-hari

Angle 45°

Hidangan bertingkat

Eye level

Tekstur renyah atau creamy

Close-up

Minuman dan dessert tinggi

Low angle

Jangan takut melakukan beberapa percobaan dari sudut yang berbeda. Kadang hasil yang paling menarik justru muncul dari angle yang awalnya tidak terpikirkan.

Selain sudut kamera, perhatikan juga arah datangnya cahaya. Cahaya dari samping dapat membantu menunjukkan tekstur, sedangkan cahaya dari belakang bisa memberikan efek yang lebih lembut pada minuman.

Bikin Foto Makanan Makin Menarik dengan Komposisi

Angle sudah tepat, tetapi hasil foto makanan masih terasa biasa? Coba perhatikan komposisinya.

  1. Pertama, tentukan satu objek utama. Jangan sampai makanan, minuman, dekorasi, dan properti mendapat perhatian yang sama besar.
  2. Kedua, gunakan properti yang masih berhubungan dengan makanan. Sendok, garpu, bahan utama, serbet, atau gelas bisa membantu mengisi ruang kosong. Namun, jumlahnya tetap perlu dikontrol.
  3. Ketiga, manfaatkan ruang kosong. Tidak semua bagian frame harus dipenuhi oleh objek. Area kosong justru bisa membuat makanan terlihat semakin menonjol.
  4. Keempat, coba gunakan aturan sepertiga. Letakkan makanan sedikit ke kiri atau kanan dari titik tengah frame. Teknik sederhana ini bisa membuat komposisi terasa lebih dinamis.
  5. Terakhir, perhatikan warna. Makanan dengan warna yang kuat bisa dipadukan dengan latar yang lebih sederhana. Hindari terlalu banyak warna yang saling berebut perhatian.

Dalam fotografi makanan, detail kecil seperti posisi piring, arah cahaya, dan jarak kamera dapat mengubah hasil akhir secara signifikan. Jadi, jangan terpaku pada satu teknik saja. Eksperimen justru menjadi bagian serunya.

Jadikan Koleksi Foto Kuliner sebagai Cerita  Bersama Memoriku!

Punya koleksi foto makanan favorit? Jangan biarkan hanya memenuhi galeri smartphone. Pilih foto kuliner yang paling berkesan, susun dengan konsep yang sesuai, lalu ubah menjadi photobook custom bersama Memoriku.

Morians bisa melihat berbagai pilihan produk melalui koleksi Memoriku. Untuk mencari inspirasi konsep photobook, mampir ke Instagram +62 811 1010 7512.

Kalau sudah punya ide tetapi masih bingung menentukan konsepnya, langsung chat Memoriku melalui WhatsApp +62 811 1010 7512.