Foto landscape merupakan jenis fotografi yang menampilkan pemandangan alam dalam satu frame. Gunung, pantai, sawah, hutan, hingga langit bisa menjadi bagian dari foto untuk menggambarkan suasana sebuah tempat.
Buat Morians yang suka traveling maupun hunting foto, pemandangan indah belum tentu langsung menghasilkan foto yang menarik. Cara memilih sudut, mengatur posisi objek, sampai menentukan waktu memotret ikut memengaruhi hasilnya. Yuk, simak tujuh teknik yang bisa dicoba!
1. Cari Waktu dengan Cahaya yang Tepat
Waktu pengambilan gambar punya pengaruh besar pada hasil fotografi landscape. Cahaya pagi dan sore biasanya memberikan suasana yang menarik karena bayangan terlihat lebih lembut.
Salah satu waktu yang banyak disukai adalah golden hour, yaitu waktu sesaat setelah matahari terbit maupun sebelum matahari terbenam. Cahaya pada waktu tersebut dapat memberikan warna hangat pada gunung, pantai, maupun pepohonan.
Saat traveling, Morians bisa memperkirakan waktu matahari terbit dan terbenam sebelum menuju lokasi. Datang sedikit lebih awal juga memberi kesempatan untuk mencari posisi yang pas.
2. Gunakan Komposisi Rule of Thirds
Rule of thirds merupakan salah satu cara sederhana untuk mengatur komposisi foto. Bayangkan frame terbagi menjadi sembilan bagian dengan dua garis horizontal dan dua garis vertikal.
Tempatkan objek utama di sekitar titik pertemuan garis. Misalnya, saat memotret pantai, letakkan garis horizon di sepertiga bagian atas jika ingin menonjolkan pasir dan laut. Sebaliknya, posisikan horizon di sepertiga bawah jika langit menjadi bagian utama foto.
Teknik ini bisa langsung dicoba menggunakan fitur grid pada kamera smartphone. Jadi, Morians tidak perlu menghafal banyak aturan untuk mulai mempraktikkannya.
3. Manfaatkan Foreground untuk Menambah Dimensi
Pemandangan gunung dari kejauhan memang menarik, tetapi frame bisa terasa kosong jika hanya menampilkan gunung dan langit. Tambahkan objek di bagian depan sebagai foreground.
Batu, bunga, rerumputan, pagar, jalan setapak, maupun batang pohon bisa digunakan sebagai elemen depan. Objek tersebut membantu memberikan kesan jarak antara bagian depan, tengah, dan belakang foto.
Saat berada di pantai, misalnya, Morians bisa menempatkan batu atau tekstur pasir di bagian bawah frame. Gunung maupun laut tetap menjadi fokus utama, sedangkan foreground membantu membuat foto alam terlihat memiliki kedalaman.
4. Pilih Angle yang Menarik
Satu tempat bisa menghasilkan banyak foto ketika diambil dari sudut yang berbeda. Karena itu, jangan langsung puas dengan posisi pertama yang ditemukan.
Coba berjalan beberapa langkah, mengambil gambar dari posisi rendah, maupun mencari tempat yang sedikit lebih tinggi. Saat berada di area pegunungan, posisi rendah bisa digunakan untuk membuat pepohonan terlihat menonjol dengan latar gunung di belakang.
Untuk landscape photography, perubahan angle sederhana bisa memberikan hasil yang berbeda. Sebelum memotret, luangkan waktu untuk melihat lokasi dari beberapa sisi.
5. Cari Garis yang Mengarahkan Pandangan
Jalan, sungai, pagar, jembatan, maupun garis pantai dapat membantu mengarahkan pandangan menuju objek utama. Elemen seperti ini dikenal sebagai garis dalam komposisi foto.
Contohnya, saat menemukan jalan setapak menuju sebuah bukit, ambil posisi yang membuat jalan tersebut mengarah ke bukit. Mata akan mengikuti jalur tersebut sampai pada objek utama.
Teknik ini mudah diterapkan saat traveling karena banyak lokasi memiliki garis alami yang bisa dimanfaatkan. Morians cukup memperhatikan bentuk yang sudah ada di sekitar sebelum mengambil gambar.
6. Gunakan Tripod agar Foto Lebih Stabil
Tripod dapat membantu menjaga kamera tetap stabil, terutama saat memotret pada kondisi cahaya rendah. Peralatan ini juga berguna ketika Morians ingin mengambil foto dengan posisi kamera yang konsisten.
Saat matahari mulai terbenam, misalnya, cahaya perlahan berkurang. Kamera bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk mengambil gambar. Tripod membantu mengurangi risiko foto menjadi buram akibat tangan yang bergerak.
Tidak harus menggunakan tripod berukuran besar. Tripod kecil untuk smartphone juga dapat menjadi pilihan saat traveling karena mudah dibawa.
7. Tangkap Momen dan Suasana Tempat
Foto alam tidak hanya tentang pemandangan yang luas. Suasana tempat juga dapat menjadi bagian dari cerita. Kabut yang turun di gunung, ombak yang menghantam batu, orang yang berjalan di tepi pantai, maupun burung yang melintas bisa dimasukkan ke dalam frame.
Morians juga bisa menunggu momen tertentu sebelum menekan tombol kamera. Misalnya, tunggu seseorang berjalan melewati jalan setapak agar foto memiliki titik perhatian.
Jangan hanya mengambil gambar saat cuaca cerah. Langit mendung, kabut, hujan ringan, maupun cahaya matahari yang muncul di sela awan dapat memberikan karakter berbeda pada foto landscape.
Baca Juga: Cara Cetak Foto Landscape Pakai Format Warna yang Paling Tepat
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memotret Landscape
Sudah mencoba berbagai tips fotografi di atas? Ada beberapa kesalahan yang juga perlu diperhatikan agar hasil foto tidak kehilangan daya tarik.
1. Foto Terlalu Terang atau Gelap
Cahaya matahari yang kuat dapat membuat bagian langit terlalu terang. Sebaliknya, area dengan cahaya minim bisa membuat objek terlihat gelap.
Coba tap bagian yang ingin dijadikan fokus pada kamera smartphone. Jika tersedia, atur tingkat pencahayaan secara manual sampai detail langit dan objek utama masih terlihat.
2. Komposisi Terlalu Kosong
Langit luas maupun area kosong memang dapat digunakan dalam foto. Namun, jika terlalu banyak ruang tanpa elemen pendukung, foto bisa kehilangan titik perhatian.
Tambahkan foreground seperti batu, pohon, bunga, maupun orang yang sedang berjalan. Elemen sederhana tersebut dapat membantu mengisi ruang dalam frame.
3. Horizon Miring
Garis horizon yang miring cukup mudah mengganggu tampilan foto pemandangan. Kesalahan ini sering terjadi ketika memotret pantai, danau, maupun area terbuka.
Aktifkan grid pada kamera sebagai panduan. Setelah mengambil gambar, periksa kembali posisi horizon sebelum menyimpan foto.
4. Terlalu Banyak Elemen dalam Frame
Memasukkan semua objek ke dalam satu frame belum tentu menghasilkan foto yang menarik. Terlalu banyak elemen dapat membuat perhatian berpindah-pindah.
Sebelum memotret, tentukan objek utama. Setelah itu, singkirkan elemen yang tidak mendukung cerita dengan mengubah posisi kamera.
5. Hanya Mengandalkan Editing
Editing dapat membantu memperbaiki warna dan pencahayaan, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada foto awal. Foto yang terlalu gelap, buram, maupun memiliki komposisi kurang tepat akan sulit diperbaiki secara maksimal.
Karena itu, usahakan mendapatkan foto yang sudah cukup baik sejak awal. Editing cukup digunakan untuk menyesuaikan warna, cahaya, dan detail agar sesuai dengan suasana yang ingin ditampilkan.
Abadikan Foto Landscape Favorit Bersama Memoriku
Sudah punya koleksi foto landscape dari perjalanan maupun hunting foto? Yuk, pilih foto alam favoritmu dan susun menjadi photobook bersama Memoriku.
Morians juga dapat melihat berbagai referensi desain dan hasil photobook di Instagram @memorikuphotobook. Kalau masih bingung menentukan ukuran, konsep, maupun susunan foto, langsung hubungi Memoriku melalui WhatsApp +62 811 1010 7512 untuk mendapatkan informasi dan bantuan sesuai kebutuhanmu.