foto wisuda

Foto Wisuda Bersama Orang Tua, Ini Momen yang Wajib Ada

Wisuda adalah salah satu hari yang paling ditunggu setelah melewati banyak tugas, ujian, revisi, dan proses panjang di bangku kuliah. 

Di balik toga yang dikenakan, ada orang tua yang ikut menunggu kabar kelulusan, memberi dukungan, dan hadir saat hari wisuda tiba. Maka, rasanya sayang jika foto wisuda hanya berisi foto bersama teman dan sesi formal di depan kampus.

Morians yang sedang mempersiapkan hari kelulusan, sisihkan waktu untuk mengabadikan momen bersama orang tua. Mulai dari pemasangan toga, pelukan setelah prosesi, sampai foto keluarga di area kampus. Berikut delapan momen yang layak masuk dalam dokumentasi wisudamu.

8 Ide Momen Foto Wisuda Bersama Orang Tua

1. Momen Pemasangan Toga oleh Orang Tua

Pemasangan toga dapat menjadi salah satu pembuka dokumentasi. Minta orang tua membantu merapikan toga, memasangkan tali, atau memperbaiki posisi topi wisuda.

Ambil foto dari dekat saat tangan orang tua sedang merapikan toga. Foto dari jarak sedang juga dapat memperlihatkan ekspresi keduanya.

Momen sederhana seperti ini punya cerita sendiri. Ada proses panjang yang akhirnya sampai pada hari ketika orang tua melihat anaknya mengenakan pakaian wisuda.

Untuk hasil foto wisuda yang natural, tidak perlu meminta orang tua menatap kamera. Biarkan percakapan kecil tetap berjalan sambil fotografer mengambil beberapa frame.

2. Peluk Haru Setelah Prosesi

Setelah prosesi wisuda selesai, biasanya ada rasa lega dan bahagia yang bercampur menjadi satu. Pelukan dengan orang tua dapat menjadi salah satu foto yang paling emosional dalam dokumentasi.

Tidak perlu mengatur posisi secara rumit. Biarkan pelukan berlangsung seperti biasa. Fotografer dapat mengambil foto dari samping, belakang, maupun sudut depan.

Selain satu foto pelukan, ambil juga ekspresi sesudahnya. Senyum, tawa, bahkan mata yang berkaca-kaca dapat menjadi bagian dari kenangan kelulusan yang sulit diulang.

3. Foto Formal Tiga Generasi

Kalau kakek dan nenek hadir di acara wisuda, manfaatkan kesempatan tersebut untuk membuat foto tiga generasi. Lulusan dapat berdiri di tengah bersama orang tua dan kakek-nenek.

Tidak perlu menunggu sesi khusus. Cari area dengan latar yang rapi dan cahaya cukup. Pastikan semua wajah terlihat jelas.

Foto seperti ini cocok dijadikan salah satu halaman utama dalam album kenangan wisuda. Satu frame dapat menyimpan beberapa generasi dalam satu peristiwa penting.

4. Genggaman Tangan Erat

Tidak semua foto harus memperlihatkan wajah. Detail tangan yang saling menggenggam juga dapat menjadi bagian menarik dari dokumentasi.

Coba ambil foto ketika tangan lulusan menggenggam tangan ayah dan ibu. Toga, cincin, jam tangan, gelang, maupun medali wisuda dapat ikut terlihat dalam frame.

Foto detail seperti ini cocok disisipkan di antara foto keluarga. Hasilnya membuat rangkaian dokumentasi tidak terasa berulang.

5. Candid Tertawa Bersama

Setelah foto formal selesai, biarkan suasana berjalan santai. Ajak orang tua berbincang, bercanda, atau berjalan bersama di area kampus.

Fotografer dapat mengambil gambar tanpa memberi banyak arahan. Tawa spontan, ekspresi saling melihat, sampai gerakan kecil ketika sedang berbicara dapat menghasilkan pose foto wisuda yang tidak kaku.

Candid juga dapat menjadi penyeimbang dari foto formal. Saat album dibuka kembali, rangkaian gambar akan memiliki variasi ekspresi dan suasana.

6. Foto dengan Latar Kampus Kelulusan

Kampus menjadi bagian dari cerita selama masa kuliah. Jadi, jangan hanya mengambil foto di satu titik.

Cari beberapa lokasi yang punya hubungan dengan perjalanan kuliah, seperti depan gedung fakultas, taman kampus, tangga, perpustakaan, atau area yang sering digunakan untuk berkumpul.

Ajak orang tua berjalan menyusuri area tersebut. Foto dapat diambil ketika sedang berbincang maupun saat berhenti untuk berpose.

Untuk tips foto wisuda, pilih waktu dengan pencahayaan yang nyaman. Pagi dan sore biasanya dapat memberikan cahaya yang menarik untuk foto luar ruangan.

7. Serah Terima Buket Bunga

Buket bunga sering hadir dalam perayaan wisuda. Jika orang tua memberikan bunga, jangan langsung beralih ke foto formal.

Abadikan saat bunga diberikan, ekspresi ketika menerimanya, hingga foto setelah buket berada di tangan lulusan.

Buket juga dapat digunakan sebagai properti. Pegang bersama ijazah, letakkan di depan toga, maupun arahkan ke kamera sambil berdiri bersama orang tua.

Detail kecil seperti bunga dapat membuat foto wisuda keluarga punya elemen visual yang berbeda.

8. Keluarga Berdiri Sejajar

Sebagai penutup sesi, buat satu foto yang memperlihatkan seluruh keluarga yang hadir. Lulusan dapat berdiri di tengah, lalu orang tua dan anggota keluarga lain berada di sisi kanan dan kiri.

Pilih latar yang paling mewakili hari wisuda. Area depan gedung kampus, dekorasi acara, maupun tempat dengan tulisan nama universitas dapat digunakan.

Ambil beberapa frame sebelum mengakhiri sesi. Pastikan semua orang melihat kamera dan tidak ada wajah yang tertutup.

Foto ini dapat ditempatkan pada halaman akhir album foto wisuda sebagai penutup cerita.

Baca Juga: 7 Spot Foto Wisuda Jakarta yang Cocok untuk Foto Bersama

Tips Foto Wisuda Bersama Orang Tua Biar Hasilnya Maksimal

Sudah menentukan momen yang ingin diabadikan? Beberapa hal berikut dapat membantu hasil foto tetap rapi dan natural.

1. Tentukan Daftar Foto Sebelum Hari Wisuda

Hari wisuda biasanya cukup ramai. Buat daftar sederhana mengenai siapa saja yang ingin diajak berfoto.

Prioritaskan foto bersama orang tua terlebih dahulu. Setelah itu, lanjutkan dengan keluarga besar, saudara, teman, dan foto individu. Cara ini membantu sesi foto berjalan tanpa melewatkan orang penting.

2. Pilih Lokasi dengan Latar yang Mendukung

Tidak perlu berpindah ke banyak tempat. Pilih dua sampai tiga lokasi yang punya latar menarik dan mudah dijangkau.

Area dengan nama kampus, gedung fakultas, taman, maupun tangga dapat menjadi pilihan. Pastikan latar tidak terlalu ramai agar perhatian tetap tertuju pada orang yang difoto.

3. Kombinasikan Foto Formal dan Candid

Foto formal tetap perlu dimiliki. Namun, jangan memenuhi seluruh galeri dengan pose yang sama.

Sisipkan foto ketika sedang berjalan, tertawa, berbincang, memegang bunga, maupun merapikan toga. Kombinasi tersebut membuat dokumentasi lebih beragam.

4. Sisakan Waktu untuk Foto Keluarga

Jangan menunggu sampai sebagian keluarga pulang. Tentukan waktu khusus untuk foto bersama orang tua dan keluarga setelah prosesi selesai.

Jika ingin membuat album foto wisuda, dokumentasi keluarga dapat menjadi bagian utama. Foto individu dan teman tetap dapat dimasukkan sebagai pelengkap.

Abadikan Momen Wisudamu Bersama Memoriku!

Wisuda menandai satu tahap yang sudah selesai. Di balik satu hari perayaan, ada perjalanan panjang yang dilalui bersama keluarga.

Pilih foto wisuda yang paling berarti, susun dari awal sampai akhir, lalu abadikan dalam photobook premium bersama Memoriku. Foto bersama orang tua, keluarga, teman, hingga suasana kampus dapat dirangkai menjadi satu cerita yang bisa dibuka kembali kapan saja.

Morians juga dapat melihat berbagai inspirasi photobook melalui Instagram @memorikuphotobook. Untuk konsultasi mengenai konsep dan kebutuhan cetak, langsung hubungi Memoriku melalui WhatsApp +62 811 1010 7512.